Diduga Inspektorat Kab.Karo Kurang Kooperatif & Tiada Transparansi Terkait Dana Desa …

Takasima, Selasa 13/8/2019…
” GABAH KARO , Generasi Perubahan ‘ Kam Aku Rubat Ola “…

Pihak Inspektorat Kab.Karo & Dinas BPMD Kab.Karo kali ini seperti kehabisan akal dalam beberapa hari lalu karena kedatangan warga satu desa yang berduyun – duyun tuk demo pertama kalinya merupakan warga dari Kecamatan Munte yang berniat untuk minta kejelasan terkait dugaan kurang terbukanya pengelolaan anggaran dana desa mulai tahun 2017 s/d sekarang di pemerintahan desa mereka, masyarakat desa tersebut sudah menyurati pihak DBPMD dan Inspektorat Kab.Karo.
Sedikit Banyaknya Warga Merasa Haknya Telah Dizolimi Oleh Kepala Desa yang berinisial PP diduga telah terindikasi melawan hukum dengan sengaja mempolitisi Undang – Undang Nomor 14 Tahun 2008 , Tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU ~ KIP) terhadap warga desa Kec.Munte, Kab Karo terkait manipulasi data dari Aset Kantor serta menyembunyikan surat serah terima dari Penjabat Sementara (PJS) ditahun 2017 lalu pada masa peralihan ke Kepala Desa yang baru terpilih dikala waktu itu.

Diantara sekian banyaknya Anggaran Dana yang semestinya wajib dilaporkan Triwulan sekali pada rapat dengan masyarakat desa Nageri Kec.Munte dengan meliputi dari : Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga (AD/ ART) dan tanpa melibatkan warga desa dalam Musyawarah Rembuk Pembangunan Desa (Musrembangdes) di tahun lalu tanpa menilai & melihat bagaimana sesungguhnya yang berlaku ditengah – tengah rapat dengan warga desa tersebut, dari sekian banyaknya warga desa yang merasa tidak simpatik atau sangat keberatan atas tindakan / perlakuan kades yang notabene layaknya seperti miliki Rekening Pribadi padahal itu adalah Rekening desa yang sewajarnya Bendaharalah punya wewenang akan hal itu. Namun itu justru berada ditangan sang kades serta beberapa warga sudah sempat mendatangi Kantor Inspektorat Kab.Karo kala itu dengan mendapati jawaban yang kurang memuaskan, ujar warga desa yang berinisial ET pada team Investigasi LPI – TIPIKOR NUSANTARA (Lembaga Pengaduan & Investigasi) Kab.Karo.

Menurut amatan dari team Divisi Investigasi Lapangan memang banyak terjadi kejanggalan pada pengadaan barang / jasa dikantor desa mereka dengan dugaan sengaja berbuat tindakan yang : Bergelap – Gelap Didalam Terang Oleh perbuatan sang Kades Ini dengan ingin memperkaya diri pribadi melalui Mekanisme & Perhitungan negatif thinking serta tidak menurut aturan didalam Undang – undang Nomor 6 Tahun 2014, Tentang Penggunaan Dana Desa yang wajib dilalui sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Sumatera Utara & Peraturan Bupati (Perbub) Kab.Karo selaku Penanggung Jawab Dana Desa di Kabupaten / Kota.

Disisi lainnya ada juga didapati pada desa tetangga menurut narasumber / selaku Ketua Team Pengelola Kegiatan (TPK) secara langsung menyebutkan bahwa anggaran / upah TPK hanya sebesar 1% adanya dan sisanya tidak pernah disebutkan secara terperinci & dikemanakan oleh Kepala Desa (Kades) atau memang arahan dari Pihak Kecamatan (Pak Camat) yang diucapkan langsung oleh Ketua TPK berinisial MS Pada Team LPI TIPIKOR NUSANTARA Kab.Karo dan ada juga pihak Kades & Perangkatnya serta Camat diperiksa oleh Kejaksaan & Polri terkait penyalahgunaan Dana Desa + Anggaran Dana Desa + Bagi Hasil Pajak (DD+ADD+BHP) dan hal lainnya.
… (Team Divisi Investigasi LPI TIPIKOR NUSANTARA KAB.KARO) …

Letkol Inf Agustatius Sitepu Dilantik Sebagai Danbrigif 7/Rimba Raya Oleh Pangdam.

” Gabah Karo, Generasi Perubahan ‘ Karo Aku Rubat Ola “…
Galang – Deliserdang 5/8/2019 …
Salam komando saat serahterima jabatan Danbrigif 7/Rimba raya.
Jabatan Komandan Brigade Infantri (Danbrigif) 7/Rimba Raya dari Kolonel Inf Freddino Janen Silalahi kepada Letkol Inf Agustatius Sitepu yang dipimpin langsung oleh Pangdam l/Bukit Barisan Mayjen TNI. M.S Fadhilah bertempat di Lapangan Upacara Brigif 7/Rimba Raya yang dihadiri oleh pejabat-pejabat dari jajaran Kodam l/BB, salah satunya Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Frans Kishin Panjaitan, S.A.P., M.P.M, pada hari Sabtu (03/08/2019).

Pada acara sertijab tersebut Pangdam I/BB Mayjen TNI M.S Fadhilah didampingi Kasdam I /BB (Brigjen TNI Hassanuddin, S.I.P., M.M), Irdam I/BB ( Kolonel Inf R. Sidharta Wisnu Graha, S.E), Danrem 022/PT Kolonel Inf. R. Wahyu Sugiarto S.I.P, M.Han, Para Asisten Kasdam I/BB, Para Kabalak Dam I/BB, LO AL Letkol Mar Arif Prasetio P,S.E.,M.M., LO AU Kolonel Lek Eka Putra. Bupati Kab. Deli Serdang H.Ashari Tambunan. Dandim 0204/DS Letkol Kav Samsul Arifin SE. M.Tr (Han). Dandim Dairi Letkol Arh Hadi Purwanto. Para Danyon jajaran Brigif 7/RR. Kapolres Deli Serdang diwakili Kabag OPS Kompol Delami. Kapolres Serdang Bedagai AKBP Juliarman Eka Putra Pasaribu, S.I.K. Kapolres Tebing Tinggi AKBP Sunadi, S.I.K. Muspika Kec.Galang Kab.Deli Serdang. Unsur FKPD Kab.Deli Serdang dan Tokoh Masyarakat serta Agama.

Pangdam l/BB Mayjen TNI. M.S Fadhilah, menyampaikan ucapan Selamat & Sukses serta ibarat berikan sebuah penghargaan setinggi – tingginya serta terima kasih kepada Kolonel Inf Freddino Janen Silalahi beserta istri atas segala dedikasi serta pengabdianya sebagai Danbrigif 7/Rimba Raya selama ini. “ Semoga semangat pengabdian Kolonel Inf Freddino Janen Silalahi beserta istri dibawa & dimanapun bertugas, dengan slalu memberikan karya nyata dan yang terbaik bagi Kesatuan, Bangsa dan Negara sehingga dapat membawa kesuksesan baik dalam karier dan penugasan berikutnya ”, Tegas Pangdam I/BB.

Pejabat yang baru dilantik Letkol Inf Agustatius Sitepu benar – benar meyakini bahwa amanah dan kepercayaan dari Pimpinan TNI AD memberikan jabatan sebagai Danbrigif 7/RR ini sudah sewajibnya untuk melaksanakan dengan penuh dedikasi serta bertanggungjawab penuh terhadap jabatan yang diemban ini. “ Berbuatlah terbaik kepada kesatuan skalian mengantarkan Brigif 7/RR kearah yang lebih sukses dan lebih bersinergi kedepannya agar maju selangkah lagi dalam hal positif serta senantiasa dapat persembahkan karya-karya terbaik untuk kepentingan tugas ”.
Lebih lanjut Pangdam l/BB mengatakan Sertijab ini untuk meningkatkan profesionalitas dan kinerja organisasi yang selaras dengan kebijakan reformasi birokrasi TNI AD agar lebih efektif, transparan serta akuntabel yang merupakan salah satu Satuan Operasional Utama Kodam I/BB.

Untuk pejabat yang baru dilantik ini besar pengharapan agar dapat menyiapkan sebuah kekuatan baru bagi Brigif 7/RR dengan memadukan kemampuan Intelijen dalam Tempur dan Binter guna lebih bersinergi tuk memantapkan kesiapsiagaan operasional dalam melaksanakan pengerahan dan pengendalian serta pembinaan teritorial (Binter) “ Saya minta Komandan Brigif 7/RR yang baru untuk melanjutkan tugas -tugas dengan sigap dengan seluruh program kerja yang belum selesai dilakukan oleh pejabat sebelumnya”, tegas Pangdam I/BB.(Sy/penrem 022/PT/By Team)…

Dinas PUD Kab.Karo Bidang Cipta Karya Diduga Bohongi Warga Tanjung Merawa Kec.Tiga Nderket …

” Gabah Karo , Generasi Perubahan ‘ Kam Aku Rubah Ola ” …
Bumi Turang , 13/8/2019…
Memang mirisnya terjadi terkait secuil kebradaan tentang hal paling mendasar (vital) dalam kehidupan umat manusia dalam menjalani hari – hari tanpa adanya unsur utama yang satu ini yakni : Air / Pengairan yang terzolimi selama ini pada bidang Irigasi (disebabkan irigasi didaerah ini tidak berfungsi selama lima (5) tahun lamanya), mungkin dari dampak adanya pembangunan Sabodam / Daerah Aliran Lahar Dari Gunung Sinabung berkat kepedulian atau bantuan dari Kementrian BNPB Pusat di Tahun 2017 lalu ” ujar seorang narasumber berinisial TS warga Desa Tanjung Merawa, Kec.Tiga Nderket, Kab.Karo.Hasil pantauan kru (team) investigasi kali ini dilapangan memang jauh panggang dari api yang disebabkan penghidupan warga desa tersebut banyak dari bercocok tanam, seperti Padi / Sawah dan tanaman palawija lainnya sehingga hal diatas amat disayangkan bisa terjadi sekian lama dan tanpa adanya laporan pihak prangkat desa pada pihak berwewenang terkait hal ini berlaku hingga lima (5) tahun s/d sekarang baru muncul kepermukaan tentang irigasi / pengairan di Kecamatan ini serta baru – baru diketahui warga desa bahwa anggaran rutin di Dinas Tersebut selalu saja tersedia (dianggarkan) setiap tahun pada laporan tahunan didinas pengairan itu, ujar TS pada saat berdialog dengan kru Gabah Karo.Apalah daya ketika suatu peristiwa telah terjadi layaknya satu pepatah yang mengatakan bahwa ” Nasi Sudah Menjadi Bubur ” , tentu saja hal itu dapat berlaku akibat adanya dugaan pembiaran ataupun dugaan campur tangan dari pihak ketiga yang semestinya tidak berlarut – larut hingga waktu yang terbilang cukup lama hal ini terjadi. Harapan warga Desa Tanjung Merawa dan sekitarnya yang ada dalam Kecamatan Tiga Nderket ini agar kedepannya jangan ada lagi pembiaran didaerah lain di Kabupaten Karo terkhususnya yang mengalami hal seperti ini, tegas TS dengan sangat mengharapkan keterlibatan serta kepedulian dari para control sosial maupun para aktivis yang tergolong banyak berdomisili di Bumi Turang ( julukan Lain dari ) Tanah Karo Simalem Ini dan ucapan terima kasih atas perhatian rekan – rekan sekalin ungkap TS sekalian menutup dialog dengan team ini.
( Team )…

Irjen Pol Paulus Waterpaw Layakkah Promosi Jadi Jendral Bintang Tiga (3) & Jabat Kabareskrim …

Takasima, 2/8/2019…
“Gabah Karo , Generasi Perubahan ‘ Kam Aku Rubat Ola”…

Ada terdengar selentingan info yang beredar bahwa
beberapa bulan kedepan, hingga awal tahun 2020 diperkirakan Mabes Polri akan banyak melakukan perombakan dijajaran perwira tinggi. Hal itu biasa dilakukan oleh sebuah organisasi maupun institusi manapun termasuk Polri, antara lain yang pertama untuk penyegaran dalam organisasi, yang kedua disebabkan karena adanya beberapa Jendral Bintang 3 yang memasuki masa pensiun.

Saat ini santer beredar kabar dalam waktu dekat ini Irjen Pol Paulus Waterpauw digadang-gadang akan naik pangkat menjadi Komisaris Jenderal atau Bintang 3, menurut saya sudah sangat pantas melihat dari segi Kapasitas dan Senioritas beliau lebih cocok kalau ditempatkan menjadi Kabaresrim Mabes Polri tuk mengantikan Komjen Pol Idham Azis, atau Kabaintelkam lalu Komjen Pol Idham Azis diplot menjadi kepala BNPT mengantikan Komjen Pol Suhardi Alius yang juga akan memasuki masa pensiun.

Sebab sepanjang Komjen Pol Idham Azis menjadi Kabareskrim, nyaris tak penah berkantor di Trunojoyo dengan alasan posisinya juga sebagai Ka Satgas Polri untuk penanganan anti teror, harus berpindah-pindah tempat dan sering dirahasiakan.

Oleh karena itu posisi tumpang tindih yang dijabat Komjen Pol Idham Azis sebagai Kabareskrim Polri dan Kepala Satgas anti teror pasti sangat mempengaruhui kinerja Bareskrim Polri dalam menuntaskan kasus-kasus besar di institusi Polri.

Sebaiknya jabatan Kabareskrim diserahkan kepada yang lain, yang lebih cakap dan fokus dalam memimpin Bareskrim, atau beliau Komjen Pol Idham Azis dipromosikan menjadi Wakapolri mengantikan Komjen Pol Ari Dono Sukmanto yang akan memasuki pensiun diawal 2020. Lalu Irjen Pol Paulus Waterpauw ditempatkan menjadi Kabareskrim menurut saya itu sudah sangat tepat, mengingat Irjen Pol Paulus sepak terjang nya sangat mumpuni di kesatuan Intelkam dan Reskrim, pengalaman dan kecakapan beliau dilapangan juga tidak perlu diragukan lagi.

Terbukti Irjen Pol Paulus Waterpau dua kali diberi mandat menjabat sebagai Kapolda di Polda tipe A yaitu : Kapolda Papua dan Kapolda Sumut yang salah satu pos jabatannya juga akan segera kosong dalam beberapa bulan kedepan selain Wakapolri, Kepala BNPT adalah Kabarhankam Polri yang kini masih dijabat oleh Komjen Pol Condro Kirono.

Paulus Waterpauw juga berpeluang besar mengisi pos jabatan yang akan ditinggalkan Komjen Condro, namun apapun analisa dari pengamat dan pemerhati Polri tentu keputusan mutlak berada dipucuk pimpinan
Polri, sebab masih banyak hal yang bisa terjadi terkait organisasi Polri kedepan, namun apapun itu jabatan Kapolri sebagai pimpinan tertinggi di tubuh polri tentu jauh lebih paham mana yang terbaik untuk kemajuan institusi Polri itu sendiri ” tegas seorang narasumber di Mabes Polri “.
(LPI Tipikor Kab.Karo).

DIDUGA KEPALA DESA NAGERI KEC.MUNTE BERMAIN – MAIN DALAM ADD …

Kabanjahe, 10/8/2019…
” GABAH KARO , Generasi Perubahan ‘ Kam Aku Rubat Ola “…
Memang Yang Dinamakan Dengan Permasalahan Itu Slalu Menerpa Kehidupan Kita Tak Ubahnya Seperti Warga Desa Nageri Kec.Munte, Kab.Karo Yang Berjumlah 8 Orang Ini Dengan Secara Langsung Mendatangi Pihak Paling Bertanggung Jawab Dalam Hal Ini Yaitu : Inspektorat Kab.Karo & Dinas BPMD Kab.Karo Untuk Meminta Saran Dari Kejelasan Bumdes Mereka Tersebut.

Sedikit Banyaknya Warga Merasa Haknya Telah Dizolimi Oleh Kepala DesaYang Berinisial PP Telah Diduga / Terindikasi Dengan Sengaja Melawan Undang – Undang Nomor 14 Tahun 2008 , Tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU ~ KIP) Terhadap Warga Desa Nageri, Kec.Munte, Kab Karo Terkait Aset & Anggaran Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Desa Nageri, Kec.Munte Ditahun 2018 Yang Diketuai Oleh : Jore Malem Sembiring, Sekretaris : Etti Br Purba, Bendahara : Ani Kristiana Br Simamora Dan Sebagai Tindak Lanjutnya Kades Ini Slalu Berusaha Dengan Sengaja Tuk Menyembunyikan Pencairan & Banyaknya Modal Dalam Dana Bumdes Tersebut Yang Dimulai Pada Tahun Anggaran 2017.

Diantara Banyaknya Anggaran Dana Seperti UP2K Yang Semestinya Wajib Dilaporkan Triwulan Pada Rapat Bumdes Beserta Warga Masyarakat Desa Nageri Dengan :Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga Atau AD/ ART Dan Tanpa Melibatkan Warga Dalam Musyawarah Rembuk Pembangunan Desa (Musrembangdes) Nageri Kec.Munte Tanpa Menilai & Melihat Bagaimana Sesungguhnya Yang Berlaku Ditengah -tengah Warga Desa Tersebut, Dari Sekian Banyaknya Warga Desa Merasa Tidak Senang Atau Keberatan Atas Tindakan / Perlakuan Kades Yang Notabene Layaknya Seperti Memiliki Rekening Pribadi.
Beberapa Warga Sudah Sempat Mendatangi Kantor Inspektorat Kab.Karo Pada Hari Ini Jumat, 21 Juni 2019 Pada Pukul 10.30 Wibb, Diantaranya Tujuh (7) Orang Lelaki & 1 Wanita
: JG, AT, RG, EG, PS, AT, MS, LG (Sengaja Cuma Inisialnya Ditulis Tanpa Mengurangi Rasa Hormat).
Dari Investigasi Lapangan Memang Banyak Kontra Versi Yang Team Temukan Terkait Bumdes Yang Dengan Sengaja Bergelap – Gelap Didalam Terang Oleh Ulah Sang Kades Bermarga Purba Ini Dengan Aturan Yang Secara Pribadi Menerima Fee Dari Bumdes Yang Memelihara Hewan Ternak (Lembu) Berjumlah 6 Ekor Tanpa Adanya Persentase Sisi Perhitungan Positif Dan Ketika Ditanya Mengenai Ketimpangan Yang Kita Temukan Dilapangan, Jawaban Kades Secara Otodidak / Menerangkan Dengan Tegas! Silahkan Klian Tanyakan Pada Pihak Inspektorat Kab.Karo Bahwa Uang Upeti Telah Kami Berikan, Ujarnya Dengan Sedikitpun Dia / Kades Tidak Gentar (Takut) Pada Siapapun Disebabkan Telah Disalurkannya Pelicin Pada ASN Dipemkab.Karo Dan TP4D / Kejaksaan Tinggi Republik Indonesia. Smoga Saja Kedepannya Kades & Perangkat Desa Harus Lebih Bersinergi Demi Tercapainya Tindakan Efektif & Positif Sekali – Kali Dan Wujudkanlah Satu Kesadaran Demi Adanya Perubahan Di TAKASIMA Ini, Ujar ES Pada Kru…
(Team LPI TIPIKOR KAB.KARO)…

Pipa Bocor Dimana – Mana , Kapan Air PDAM Tirta Malem Sampai Di Rumah Warga …

KABANJAHE , 9 Agustus 2019 …
” Gabah Karo , Generasi Perubahan ‘ Kam Aku Rubat Ola ” …
Bukan rahasia umum lagi warga kota Kabanjahe & sekitarnya sudah krisis air bersih selama dua (2) tahun belakangan ini dikarenakan sesuatu hal yang belum adanya niat perubahan dari kesadaran system berlaku pro rakyat sirulo ini, kita lihat banyaknya keluhan – keluhan warga yang berdomisili di Kecamatan Kabanjahe – Kabupaten Karo terkhususnya yang masih ingat visi /misi ataupun salah satu janji politik Terkelin / Cory dalam pencalonan Bupati / Wakil dimasa kampanye dulu ” Tegas DSS Seorang Warga Kabanjahe yang prihatin akan hal ini ”.
Krisis air ini oleh warga kota ada sebagian di luapkan pada Media Sosial (Medsos) seperti facebook dikarenakan Air tidak pernah mengalir sesuai jadwal yang ditetapkan serta seringnya bak penampungan tidak terisi maksimal akibat terlalu banyak pipa bocor.

Seperti yang diucapkan oleh seorang warga gang Kalihara berinisial GTS (56) yang berdomisili langsung berdampingan dengan Kantor Polres Karo, Kec. Kabanjahe – Kab.Karo beberapa waktu lalu sewaktu dikonfirmasi oleh kru ini. “ Air di gang kami sebenarnya sangat berkecukupan untuk mengaliri tiap – tiap rumah ”, hanya saja ada beberapa titik pipa yang bocor bahkan hampir ada delapan (8) tempat kebocoran yang terhitung disana – sini, hingga ketika air masuk melalui pipa tersebut habis menetes dalam perjalanan dan tidak adanya yang kesampaian kerumah pendududuk lalu warga hanya bayar anginnya yang lewat dari meteran.
Seperti terlihat pada salah satu parit tempat saluran pipa ke rumah warga di gang ini hingga parit itu penuh akibat banjir dari banyaknya kebocoran tersebut ketika air sedang datang mengalir ! Tegas GTS dengan sedikit lantang meluapkan emosinya.

Kesadaran pihak PDAM Tirta Malem diakibatkan oleh banyaknya Pipa yang bocor di Gg Kalihara Kabanjahe juga terlihat pada gambar diatas pada salah satu Instansi Pemerintah Dinas Kesehatan Kab.Karo juga ada beberapa titik kebocoran, mendengar banyaknya warga Kabanjahe ini yang mengeluh air hanya hidup sekali seminggu dari PDAM Tirta Malem Kabanjahe juga ada yang bilang hanya dua hari sekali. Wajar saja sudah bocor karena pipanya masih menggunakan besi dan kita paham kekuatan besi yang setiap hari di lalui air sudah waktunya memang sampai pada limitnya. Maka dari mengecek pipa yang bocor di setiap saluran air menuju tempat penampungan warga perlu di perhatikan oleh staff / pihak PDAM Tirta Malem dikarenakan hal tersebut pasti efektif untuk mengatasi ke kurangan air warga Kabanjahe, tambah GTS.

Penuturan warga jalan Sudirman Kelurahan Gung Leto Kabanjahe Berinisial SGS juga sangat mengeluhkan hal yang sama yaitu tentang jadwal mengalir air ke bak penampungannya hanya dua hari sekali, sehingga hal tersebut menjadi sebuah dilema besar bagi semua warga. Ada apa di Pihak PDAM Tirta Malem Kab.Karo dengan seyogyanya dinamakan Kota Kabanjahe yang kita ketahui bahwasanya di kelilingi oleh air namun warganya tidak bisa menikmati kebutuhan air bersih yang mencukupi, sedangkan penggunaan air saya sudah sangat irit tapi tetap saja tidak cukup juga. Ungkap SGS pada kru kita.

Pertanyaan seorang warga Padang Mas berinisial LKP kali ini apa saja kinerja pihak pengelola / staff PDAM Tirta Malem yang sudah berpuluh puluh tahun lamanya tidak bisa menemukan solusi tuk menyelesaikan masalah layanan public yang vital terkait layanan air bersih, Tegas LKP lagi? Kita katakanlah pihak PDAM Tirta Malem tidak punya anggaran tentu saja alasan ini kurang masuk akal disebabkan oleh karena anggaran / dana pemeliharaan Meteran dan lainnya kan ada tertera pada rekening bulanan yang dibayarkan warga masyarakat Kabanjahe yang tentunya sudah menjadi pelanggan PDAM Tirta Malem Kab.Karo selama ini dan kiranya dikemanakankah dana pemeliharaan tersebut oleh pihak pengelola anggaran PDAM Tirta Malem sampai saat ini serta haruskah pihak pengawas ataupun pihak penegak hukum yang mengaudit kemana mengalirnya dana tersebut lari menjauh ataupun ngebut layaknya motor lagi balapan liar.

Ujarnya lagi dengan menerangkan jika pihak Executive dan Legeslatif menjadikan program penanganan air bersih ” intern pipa bocor “, maka pasti hal tersebut sudah bisa di tangani segera. Bila saja hal viral ini bisa di lakukan penanganan dengan tepat guna disertai pemanfaatan bidang pengamanan serius jalur lintas inventaris pemipaan yang melewati desa – desa terindikasi adanya dugaan dimanfaatkan oleh pihak yang kurang bertanggung jawab dengan menjual pada pemilik ladang lewat satu mekanisme kekerabatan & kekeluargaan.
…(Team LPI TIPIKOR )…

Kemunculan Harimau Membuat Warga Desa Tongging Khawatir …

Bumi Turang, 31 Juli 2019 …

” Gabah Karo , Kam Aku Rubat Ola ” …

Kemunculan seekor harimau membuat khawatir warga masyarakat salah satu desa di Kabupaten Karo – Sumatera Utara (Sumut) ini, warga masyarakat tak berani beraktivitas seperti biasa karena takut menjadi mangsa oleh hewan buas ini.
Menurut laporan warga desa harimau itu sempat terlihat di Desa Tongging, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo yang langsung berbatasan dengan hutan serta lokasinya cuma berjarak sekitar 110 kilometer dari Kota Medan.

Detailnya pada hari Selasa tertanggal 30/7/2019 team dari Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang, Bidang Konservasi Wilayah I Kabanjahe, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara sudah langsung terjun ke lokasi. Mereka masih memverifikasi terkait kebenaran dari laporan warga desa tersebut. “Kami sekarang ini masih dalam tahap upaya pembuktian, ” tegas Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang Sdr. Tuahman Raya Tarigan.

Realita kejadian itu berdasarkan pengakuan seorang warga desa yang melihat harimau itu pada hari Minggu (28/7) disaat itu yang bersangkutan sedang berada di atas pohon mangga, Objek yang disangka harimau itu cuma berjarak sekitar 50 meter dari pohon mangga tersebut. Informasi itu langsung membuat warga desa lainnya jadi takut dan mereka tidak berani beraktivitas ke kebun layaknya kegiatan sehari – hari.

Dari prihal kejadian tersebut baru kali ini yang pertama harimau muncul didesa ini dalam lima (5) dekade terakhir serta kasus kemunculan harimau yang terdekat diketahui ada di desa Paropo, Kecamatan Silalahi Sabungan, Kabupaten Dairi yang hanya berkisar jaraknya 25 km dari desa Tongging dan pada bulan Juni tahun 2018 lalu ada juga warga Paropo yang melihat seekor harimau. Selanjutnya tindakan warga desa itu melakukan pembakaran Kayu dalam upaya tuk mengusirnya dan adanya dugaan harimau tersebut berpindah lagi ke Desa Tongging, tapi hal ini masih spekulatif dengan kurangnya saksi mata melihat hal itu.

Berdasarkan temuan staff dengan indikasi dan insting di Desa Tongging baru sebatas menemukan jejak babi hutan di lokasi yang diduga tempat harimau itu muncul. Namun pelacakan masih terus berlangsung dengan beberapa langkah – langkah penanganan selanjutnya dan hal itu bergantung pada temuan oleh staff yang membidangi dengan seringnya terjun ke lapangan. Dalam menindak lanjuti kejadian yang telah berlalu dengan menelaah tentang adanya sekilas konflik antara manusia dan harimau di wilayah Sumut terbilang cukup sering, dalam kurun waktu pada tahun 2017-2019 BBKSDA mencatat adanya 17 kasus dan selain itu di daerah Kab.Karo saat ini masih tetap dipantau juga pergerakan harimau yang kerap muncul di wilayah perbatasan Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Tapanuli Utara, dalam perkembangan terakhir adanya harimau memangsa empat ekor kambing di Desa Batang Parsuluman, Kecamatan Saipar Dolok Hole, Tapanuli Selatan. Tegas Staff BBKSDA pada kru.
… (Team) …

Pipa Bocor Dimana – Mana Warga Kota Kabanjahe Wajib Beli Air Bersih …

TAKASIMA, 2 Agustus 2019 …
” Gabah Karo , Generasi Perubahan ‘ Kam Aku Rubat Ola ” …
Bukan rahasia umum lagi warga kota Kabanjahe & sekitarnya sudah krisis air bersih selama dua (2) tahun belakangan ini dikarenakan sesuatu hal yang belum adanya niat perubahan dari kesadaran system berlaku pro rakyat sirulo ini, kita lihat banyaknya keluhan – keluhan warga yang berdomisili di Kecamatan Kabanjahe – Kabupaten Karo terkhususnya yang masih ingat visi /misi ataupun salah satu janji politik Terkelin / Cory dalam pencalonan Bupati / Wakil dimasa kampanye dulu ” Tegas DSS Seorang Warga Kabanjahe yang prihatin akan hal ini ”.
Krisis air ini oleh warga kota ada sebagian di luapkan pada Media Sosial (Medsos) seperti facebook dikarenakan Air tidak pernah mengalir sesuai jadwal yang ditetapkan serta seringnya bak penampungan tidak terisi maksimal akibat terlalu banyak pipa bocor.

Seperti yang diucapkan oleh seorang warga gang Kalihara berinisial GTS (56) yang berdomisili langsung berdampingan dengan Kantor Polres Karo, Kec. Kabanjahe – Kab.Karo beberapa waktu lalu sewaktu dikonfirmasi oleh kru ini. “ Air di gang kami sebenarnya sangat berkecukupan untuk mengaliri tiap – tiap rumah ”, hanya saja ada beberapa titik pipa yang bocor bahkan hampir ada delapan (8) tempat kebocoran yang terhitung disana – sini, hingga ketika air masuk melalui pipa tersebut habis menetes dalam perjalanan dan tidak adanya yang kesampaian kerumah pendududuk lalu warga hanya bayar anginnya yang lewat dari meteran.
Seperti terlihat pada salah satu parit tempat saluran pipa ke rumah warga di gang ini hingga parit itu penuh akibat banjir dari banyaknya kebocoran tersebut ketika air sedang datang mengalir ! Tegas GTS dengan sedikit lantang meluapkan emosinya.

Kesadaran pihak PDAM Tirta Malem diakibatkan oleh banyaknya Pipa yang bocor di Gg Kalihara Kabanjahe juga terlihat pada gambar diatas pada salah satu Instansi Pemerintah Dinas Kesehatan Kab.Karo juga ada beberapa titik kebocoran, mendengar banyaknya warga Kabanjahe ini yang mengeluh air hanya hidup sekali seminggu dari PDAM Tirta Malem Kabanjahe juga ada yang bilang hanya dua hari sekali. Wajar saja sudah bocor karena pipanya masih menggunakan besi dan kita paham kekuatan besi yang setiap hari di lalui air sudah waktunya memang sampai pada limitnya. Maka dari mengecek pipa yang bocor di setiap saluran air menuju tempat penampungan warga perlu di perhatikan oleh staff / pihak PDAM Tirta Malem dikarenakan hal tersebut pasti efektif untuk mengatasi ke kurangan air warga Kabanjahe, tambah GTS.

Penuturan warga jalan Sudirman Kelurahan Gung Leto Kabanjahe Berinisial SGS juga sangat mengeluhkan hal yang sama yaitu tentang jadwal mengalir air ke bak penampungannya hanya dua hari sekali, sehingga hal tersebut menjadi sebuah dilema besar bagi semua warga. Ada apa di Pihak PDAM Tirta Malem Kab.Karo dengan seyogyanya dinamakan Kota Kabanjahe yang kita ketahui bahwasanya di kelilingi oleh air namun warganya tidak bisa menikmati kebutuhan air bersih yang mencukupi, sedangkan penggunaan air saya sudah sangat irit tapi tetap saja tidak cukup juga. Ungkap SGS pada kru kita.

Pertanyaan seorang warga Padang Mas berinisial LKP kali ini apa saja kinerja pihak pengelola / staff PDAM Tirta Malem yang sudah berpuluh puluh tahun lamanya tidak bisa menemukan solusi tuk menyelesaikan masalah layanan public yang vital terkait layanan air bersih, Tegas LKP lagi? Kita katakanlah pihak PDAM Tirta Malem tidak punya anggaran tentu saja alasan ini kurang masuk akal disebabkan oleh karena anggaran / dana pemeliharaan Meteran dan lainnya kan ada tertera pada rekening bulanan yang dibayarkan warga masyarakat Kabanjahe yang tentunya sudah menjadi pelanggan PDAM Tirta Malem Kab.Karo selama ini dan kiranya dikemanakankah dana pemeliharaan tersebut oleh pihak pengelola anggaran PDAM Tirta Malem sampai saat ini serta haruskah pihak pengawas ataupun pihak penegak hukum yang mengaudit kemana mengalirnya dana tersebut lari menjauh ataupun ngebut layaknya motor lagi balapan liar.

Ujarnya lagi dengan menerangkan jika pihak Executive dan Legeslatif menjadikan program penanganan air bersih ” intern pipa bocor “, maka pasti hal tersebut sudah bisa di tangani segera. Bila saja hal viral ini bisa di lakukan penanganan dengan tepat guna disertai pemanfaatan bidang pengamanan serius jalur lintas inventaris pemipaan yang melewati desa – desa terindikasi adanya dugaan dimanfaatkan oleh pihak yang kurang bertanggung jawab dengan menjual pada pemilik ladang lewat satu mekanisme kekerabatan & kekeluargaan.
…(Team LPI TIPIKOR )…

Create your website at WordPress.com
Get started