
TAKASIMA, 10 Agustus 2019 …
” Gabah Karo , Generasi Perubahan ‘ Kam Aku Rubat Ola ” …
Bukan rahasia umum lagi warga kota Kabanjahe & sekitarnya sudah krisis air bersih selama dua (2) tahun belakangan ini dikarenakan sesuatu hal yang belum adanya niat perubahan dari kesadaran system berlaku pro rakyat sirulo ini, kita lihat banyaknya keluhan – keluhan warga yang berdomisili di Kecamatan Kabanjahe – Kabupaten Karo terkhususnya yang masih ingat visi /misi ataupun salah satu janji politik Terkelin / Cory dalam pencalonan Bupati / Wakil dimasa kampanye dulu ” Tegas DSS Seorang Warga Kabanjahe yang prihatin akan hal ini ”.
Krisis air ini oleh warga kota ada sebagian di luapkan pada Media Sosial (Medsos) seperti facebook dikarenakan Air tidak pernah mengalir sesuai jadwal yang ditetapkan serta seringnya bak penampungan tidak terisi maksimal akibat terlalu banyak pipa bocor.
Seperti yang diucapkan oleh seorang warga gang Kalihara berinisial GTS (56) yang berdomisili langsung berdampingan dengan Kantor Polres Karo, Kec. Kabanjahe – Kab.Karo beberapa waktu lalu sewaktu dikonfirmasi oleh kru ini. “ Air di gang kami sebenarnya sangat berkecukupan untuk mengaliri tiap – tiap rumah ”, hanya saja ada beberapa titik pipa yang bocor bahkan hampir ada delapan (8) tempat kebocoran yang terhitung disana – sini, hingga ketika air masuk melalui pipa tersebut habis menetes dalam perjalanan dan tidak adanya yang kesampaian kerumah pendududuk lalu warga hanya bayar anginnya yang lewat dari meteran.
Seperti terlihat pada salah satu parit tempat saluran pipa ke rumah warga di gang ini hingga parit itu penuh akibat banjir dari banyaknya kebocoran tersebut ketika air sedang datang mengalir ! Tegas GTS dengan sedikit lantang meluapkan emosinya.
Kesadaran pihak PDAM Tirta Malem diakibatkan oleh banyaknya Pipa yang bocor di Gg Kalihara Kabanjahe juga terlihat pada gambar diatas pada salah satu Instansi Pemerintah Dinas Kesehatan Kab.Karo juga ada beberapa titik kebocoran, mendengar banyaknya warga Kabanjahe ini yang mengeluh air hanya hidup sekali seminggu dari PDAM Tirta Malem Kabanjahe juga ada yang bilang hanya dua hari sekali. Wajar saja sudah bocor karena pipanya masih menggunakan besi dan kita paham kekuatan besi yang setiap hari di lalui air sudah waktunya memang sampai pada limitnya. Maka dari mengecek pipa yang bocor di setiap saluran air menuju tempat penampungan warga perlu di perhatikan oleh staff / pihak PDAM Tirta Malem dikarenakan hal tersebut pasti efektif untuk mengatasi ke kurangan air warga Kabanjahe, tambah GTS.
Penuturan warga jalan Sudirman Kelurahan Gung Leto Kabanjahe Berinisial SGS juga sangat mengeluhkan hal yang sama yaitu tentang jadwal mengalir air ke bak penampungannya hanya dua hari sekali, sehingga hal tersebut menjadi sebuah dilema besar bagi semua warga. Ada apa di Pihak PDAM Tirta Malem Kab.Karo dengan seyogyanya dinamakan Kota Kabanjahe yang kita ketahui bahwasanya di kelilingi oleh air namun warganya tidak bisa menikmati kebutuhan air bersih yang mencukupi, sedangkan penggunaan air saya sudah sangat irit tapi tetap saja tidak cukup juga. Ungkap SGS pada kru kita.
Pertanyaan seorang warga Padang Mas berinisial LKP kali ini apa saja kinerja pihak pengelola / staff PDAM Tirta Malem yang sudah berpuluh puluh tahun lamanya tidak bisa menemukan solusi tuk menyelesaikan masalah layanan public yang vital terkait layanan air bersih, Tegas LKP lagi? Kita katakanlah pihak PDAM Tirta Malem tidak punya anggaran tentu saja alasan ini kurang masuk akal disebabkan oleh karena anggaran / dana pemeliharaan Meteran dan lainnya kan ada tertera pada rekening bulanan yang dibayarkan warga masyarakat Kabanjahe yang tentunya sudah menjadi pelanggan PDAM Tirta Malem Kab.Karo selama ini dan kiranya dikemanakankah dana pemeliharaan tersebut oleh pihak pengelola anggaran PDAM Tirta Malem sampai saat ini serta haruskah pihak pengawas ataupun pihak penegak hukum yang mengaudit kemana mengalirnya dana tersebut lari menjauh ataupun ngebut layaknya motor lagi balapan liar.
Ujarnya lagi dengan menerangkan jika pihak Executive dan Legeslatif menjadikan program penanganan air bersih ” intern pipa bocor “, maka pasti hal tersebut sudah bisa di tangani segera. Bila saja hal viral ini bisa di lakukan penanganan dengan tepat guna disertai pemanfaatan bidang pengamanan serius jalur lintas inventaris pemipaan yang melewati desa – desa terindikasi adanya dugaan dimanfaatkan oleh pihak yang kurang bertanggung jawab dengan menjual pada pemilik ladang lewat satu mekanisme kekerabatan & kekeluargaan.
…(Team LPI TIPIKOR )…