
” Gabah Karo, Generasi Perubahan ‘ Kam Aku Rubat Ola “…
Takasima 24 Juli 2019.
Adanya terdapat bangunan gapura yang tersisa di areal situs arkeologi Desa Tanjung Pulo, Kecamatan Kuta Buluh, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Situs yang diyakini peninggalan pada masa Hindu kuno di Desa Tanjung Pulo tersebut dibiarkan terbengkalai, diarea itu masih adanya terdapat sejumlah jejak – jejak peninggalan arkeologi masa lalu. Satu satunya terlihat gapura yang masih terlihat berdiri kokoh disertai garis-garis relief masih dapat dilihat dengan jelas, sayangnya kondisi situs candi tersebut yang diduga salah satu peninggalan pada masa Hindu Kuno itu belum mendapat perhatian sama sekali.
Team Investigasi Gabah Karo pada hari Senin tertanggal 22 Juli 2019 langsung mendatangi lokasi situs itu dengan mendapati pagar gapura tersebut yang menyerupai gerbang pagar terbuka dan batu-batu pagar tampak terlihat berlumut, tak jauh dari gapura pagar itu terdapat juga sebuah gapura berukuran besar berdiri dengan kokoh.
Di Kabupaten Karo terdapat sejumlah situs bersejarah masa kehidupan lampau. Di Desa Pulo, situs ini satu dari situs lain di Tanah Karo, dengan kondisi yang memprihatinkan.
“ Dari zaman sejak masih sekolah dulu dan sejak mengetahui adanya situs bersejarah tersebut ada terdapat didesa Tanjung Pulo – Kab.Karo ini, hingga sampai saat ini pula yang terlihat saya rasa tak pernah ada perhatian apalagi yang namanya perawatan, ” ujar Jekin Sembiring Depari.
Narasumber sejak dulu mengenal situs itu dengan sebutan situs Candi Masa Hindu Kuno. “ Zaman India (Hindu Kuno)” tegasnya pada kru media ini.
Dia amat menyayangkan situs tersebut tidak terjaga dan terawat apalagi dilihat dari kondisi situs tersebut narasumber mengaku sangat takut kehilangan sejarah terkait tentang keberadaan situs itu,
Menurutnya amat penting mengetahui sejarah keberadaan situs tersebut hingga dapat menjadi warisan dari para Kakek (Bulang bhs daerah Karo) dan Nenek (Nini bhs Karo).
“ Info (sejarah) yang diwariskan oleh Kakek (Bulang) & Nenek (Nini) kita ini bisa saja lenyap ditelan bumi begitu saja, apa lagi terlebih pada generasi sekarang ini mereka sedikitpun tidak mau tahu atau tidak tahu sama sekali, ” tegasnya sekali lagi.
Narasumber sangat berharap pada Pemerintah Daerah Kabupaten Karo untuk segera memberikan perhatian terhadap situs tersebut, bukan dikarenakan tak ingin merawat situs tersebut tetapi dia khawatir nantinya dituduh merusak areal cagarbudaya tersebut.
“ Takutnya nanti ketika kita bersihkan areal tersebut! Malah dituding pula kita merusak situs ini? Jadi bisa serba salah Kan! Ya beginilah jadinya seperti kita lihat sendiri, ” Tegas Narasumber lagi pada team.
… ( Team ) …



